Oleh: Indah Nur Hidayati (17111143031)
IMF (international
Monetary Fund). IMFadalah organisasi dunia yang bertugas mengatur sistem
keuangan internasional dan menyediakan pinjaman kepada negara-negara yang
membutuhkannya. Sejarah IMFdimulai ketika pertama kali didirikan pada tanggal
27 September 1945 sebagai bagian dari usaha memperbaiki kerusakan perekonomian
internasional akibat Perang Dunia II. Tujuan IMF adalah meningkatkan kerja sama
moneter internasional, mengembangkan ekspansi dan pertumbuhan yang seimbang
dalam perdagangan internasional, dan meningkatkan stabilitas kurs Negara
anggota. IMF sekarang ini bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat.
Peran IMF di Indonesia
dimulai ketika presiden Soekarno memainkan peran non blok ditengah pertarungan
kuasa antara Amerika dan Soviet yang semakin meningkat, peran tersebut dapat dimainkan
dengan cantik oleh Soekarno dengan dukungan dari negara-negara dunia ketiga,
namun kedua blok yang bertarung kuasa tersebut mendesak Soekarno untuk memilih
satu diantara dua. Amerika menggunakan IMF sebagai alatnya, pada tahun 1962
delegasi IMF mengadakan kunjungan ke Indonesia untuk menawarkan proposal
bantuan finansial dan kerjasama, setahun kemudian tepatnya pada bulan maret
1963 Amerika Serikat menyediakan utang sebesar US$ 17 juta dan dalam dua bulan
kemudian pemerintah Indonesia mengumumkan rangkaian kebijakan ekonomi baru
(devaluasi rupiah, anggaran negara yang ketat dan pemotongan subsidi) yang
selaras dengan resep kebijakan IMF
Krisis Ekonomi yang menghantam Indonesia pada pertengahan 1997
mengakibatkan utang Indonesia, baik itu utang luar negri pemerintah maupun
swasta melambung tinggi karena melemahnya rupiah. Pada bulan Juli 1997, krisis ekonomi di Asia
turut menghantam Indonesia yang pada waktu sebelumnya Dollar AS baru sekitar
Rp. 2.400,00. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto secara
resmi memintan bantuan dan campur tangan IMF di dalam mengatasi krisis moneter
dan ekonomi itu. IMF dipercaya sebagai “dewa penolong” yang
dapat menciptakan stabilitas financial. Pada tanggal 31 Oktober 1997, IMF
mengumumkan bantuan $40 milyar untuk perbaikan ekonomi Indonesia, yang
selanjutnya ditambah menjadi $45 milyar sebagai kompensasi atas reformasi
ekonomi. Ketika krisis menghantam Indonesia pada pertengahan
1997, dampak yang langsung terasa membebani Indonesia adalah terjadinya
perubahan nilai tukar rupiah terhdap dolas AS secara tajam. Penurunan nilai
tukar rupiah yang sangat drastis tersebut mengakibatkan cadangan devisa
pemerintah Indonesia nyaris terkuras habis untuk menyelamatkan arus impor agar
tetap relative terjaga. nyaris terkurasnya cadangan devisa Negara, memaksa
pemerintah pada waktu itu untuk segera berpaling pada IMF agar segera menjadi
penyelamat ekonomi Indonesia. Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa
harapan terbesar pemerintah Indonesia untuk meminta berpaling ke IMF pada waktu
itu adalah dalam rangka untuk mendapatkan kucuran dana segar (hutang) dari
lembaga keuangan internasional tersebut.
Oleh sebab itu, sejak ditandatanganinya Letter of Inten (LOI) pada tahun
1997 antara pemerintah Indonesia dengan IMF maka praktis Indoneisa mulai
saat itulah hutang luar negeri merupakan andalan utama pemerintah Indonesia
untuk mengatasi krisis ekonomi yang tengah melanda negeri ini. Letter of Intent (LoI) sering disebut juga
sebagai Memorandum of Economics Financial Policies (MEFP). LoI ini sebenarnya
merupakan serangkaian kebijakan yang akan diimplementasikan oleh pemerintah
Indonesia didalam kerangka untuk memperoleh dukungan financial dari Lembaga
Dana Moneter Internasional (IMF). LoI yang dibuat oleh pemerintah Indonesia
ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Dalam kurun
waktu tertentu, IMF melakukan review atas pelaksanaan kebijakan-kebijakan
ekonomi yang telah dilakukannya. Atas dasar hasil review inilah biasanya IMF
mencairkan sebagian dana yang telah disepakati dalam LoI.
Butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam Letter
of Intent (LoI) merupakan suatu produk dari hasil kesepakatan bersama
antara pemerintah Indonesia dengan Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF)
yang pada dasarnya diarahkan pada upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh
pemerintah Indonesia dalam pemulihan ekonomi, sehingga pada saatnya Indonesia
mampu keluar dari krisis ekonomi. Untuk bisa keluar dari kemelut krisis ekonomi,
pemerintah bersama IMF menetapkan berbagai kebijakan yang akan
diimplementasikan selama kurun waktu tertentu, yang mencakup kebijakan makro ekonomi,
reformasi system perbankan, restrukturisasi korporasi, dan reformasi BUMN. Disamping itu, didalam LoI juga dikemukakan
tentang skedul kapan setiap kebijakan tersebut harus sudah diimplementasikan
secara rinci.
Didalam
kebijakan makro ekonomi antara lain mencakup kebijakan tentang
pertumbuhan ekonomi, suku bunga bank, inflasi, nilai tukar mata uang rupiah,
uang primer, dan neraca pembayaran. Selain itu, termasuk didalamnya adalah
kebijakan fiscal dan moneter. Kebijakan fiskal berkait dengan kebijakan yang
berhubungan dengan masalah anggaran pendapatan (penerimanan) negara, belanja
(pengeluaran) negara, dan anggaran defisit Negara. Termasuk didalamnya bagaimana
pemerintah mampu meningkatkan penerimaan Negara dari sektor pajak. Sedangkan kebijakan moneter dan nilai tukar berkaitan
dengan bagaimana meningkatkan peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral agar
mampu menjaga stabilitas moneter termasuk memperkuat posisi mata uang rupiah di
pasar uang.Kebijakan lainnya adalah kebijakan yang berkaitan dengan sistem
perbankan. Dalam hal ini pemerintah ingin lebih meningkatkan “good
governance” dalam dunia perbankan dan melakukan restrukturisasi terhadap
bank-bank pemerintah maupun bank-bank yang diambilalih pemerintah (Bank Take
Over/BTO).
Sebagaimana kita ketahui bahwa sejumlah bank
pemerintah (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim dan Bank Pembangunan
Indonesia) telah dilakukan merger menjadi Bank Mandiri. Sedangkan sebagian bank
pemerintah lainnya (seperti bank BNI, BRI, dan BTN) diperkuat posisi rasio
kecukupan modal (CAR) melalui rekapitalisasi. Sedangkan sejumlah bank yang
dalam kondisi BTO, seperti bank BCA, dan bank Niaga pada saatnya juga
akan dikembalikan ke swasta atau dilakukan divestasi. Saat ini pemerintah telah
berhasil melakukan divestasi (penjualan) bank BCA ke perusahaan asing Faralon,
dan berikutnya nampaknya akan segera menyusul divestasi bank Niaga.
Kebijakan lainnya adalah kebijakan yang
berkaitan dengan kebijakan restrukturisasi korporasi. Dalam hal ini mencakup
kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah terhadap para obligor kecil dan
besar yang jumlahnya mencapai ribuan perusahaan dan selama ini masih dalam perawatan
BPPN dan nilainya cukup besar. Hingga kini, nampaknya penyelesaian terhadap
restrukturisasi utang para obligor belum juga tuntas. Kebijakan lainnya adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan
privatisasi BUMN. Ini berarti bahwa sejumlah BUMN yang memiliki prospek baik
pada saatnya juga akan dijual untuk dapat memenuhi target APBN yang telah
ditetapkan. Soal jual-menjual asset Negara (BUMN) merupakan masalah krusial,
maka tidaklah mengherankan kalau penolakan yang dilakukan oleh para karyawannya
terjadi dimana-mana, seperti kasus Telkom, Semen Gresik dan Semen Padang.
Sebagaimana kita ketahui bahwa didalam pelaksanaannya, seringkali
besaran-besaran maupun target waktu yang telah ditetapkan didalam butir-butir
LoI sebelumnya tidak dapat ditepati karena muncul berbagai permasalahan teknis
dan non-teknis. Sebagai contoh bagaimana pemerintah harus mengurangi subsidi BBM yang
berdampak pada naiknya harga BBM. Pada tahapan implementasinya misalnya,
kenaikan harga BBM dengan terpaksa harus ditunda karena memperoleh tentangan
yang kuat dari masyarakat pada umumnya. Disamping itu, permasalahan yang
berkaitan dengan restrukturisasi utang-utang swasta dan privatisasi sejumlah
BUMN juga seringkali mengalami hambatan didalam implementasinya.
Dalam hal ini, IMF muncul bak pahlawan yang akan menjadi penyelamat
perekonomian Indonesia dalam bentuk pinjaman. namun, pada kenyatannya, utang
kepada IMF tidak hanya banyak memberikan kebaikan pada masayrakat, malah utang
Indonesia menjadi smeakin menggunung. Pendekatan yang digunakan oleh IMF
keseluruh dunia relative sama yaitu melalui program Financial Programming.
Lewat pinjamannya, IMF sebenarnya hanya menbambah beban utang untuk mendukung
posisi neraca pembayaran. Krena itu, perbaikan yang dilkaukna iMF bersifat semu
karena bukan hasil peningkatan aliran modal swasta maupun peningkatan ekspor
netto.
Pada peranan IMF terhadap Indonesia dapat dilihat bahwa bantuan
yang diberikan oleh IMF memberikan dampak positif dan negatif. Tetapi dalam hal
ini, dampak negatif dirasakan lebih banyak. IMF semakin tidak disenangi karena
keinginannya untuk ikut campur tidak hanya pada bidang ekonomi tetapi merambah
sampai pada bidang politik. Bantuan yang diberikan juga tidak membuat Indonesia
keluar dari krisis tapi hanya membuat Indonesia makin terpuruk dengan jumlah
hutang yang besar. Bukti yang nyata yang
ada di hadapan kita adalah IMF membuat Indonesia semakin ketergantungan.
Indonesia harus dapat melepaskan diri darri jeratan IMF. IMF bukanlah solusi
pembangunan. IMF membuat Indonesia semakin manja dan ketergantungan. Indonesia
harus bangkit dengan a self reliance model untuk mengejar
ketertinggalannya Bukan dengan bantuan IMF.
Refrensi :
http://imf-dan-upaya-pemulihan-perekonomian.html, diakses pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 14.31
http://imf/kontrak_imf.htm, diakses pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 14.37
http://imf/InternationalMonetaryFundIMF.htm, diakses pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 14.50
http://imf-dan-upaya-pemulihan-perekonomian.html, diakses pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 14.56
http://PengertianTujuandanSejarahIMFPengertianAhli.html, diakses pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 15.02
Apakah Anda mencari pinjaman? Anda berada di tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Global Finance Terbatas memberikan pinjaman kepada perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. silahkan hubungi kami melalui e-mail melalui (bellaalbert6@gmail.com)
BalasHapusDATA APLIKASI
1) Nama Lengkap:
2) Negara:
3) Alamat:
4) Negara:
5) Sex:
6) Status perkawinan:
7) Pekerjaan:
8) Nomor Telepon:
9) Posisi sekarang di tempat kerja:
10) Pendapatan Bulanan:
11) Jumlah pinjaman yang diperlukan:
12) Durasi Pinjaman:
13) Tujuan pinjaman:
14) Agama:
15) Apakah Anda menerapkan sebelum:
16) Tanggal Lahir:
Terima kasih,
Aku Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman dapat diandalkan yang SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya Rp900,000,000 dari SANDRAOVIALOANFIRM sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui SANDRAOVIALOANFIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak SANDRAOVIALOANFIRM. menghubungi mereka melalui email:. (Sandraovialoanfirm@gmail.com)
BalasHapusAnda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (widyaokta750@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.
AKHIR TAHUN PINJAMAN DI RATE SANGAT RENDAH.
BalasHapusHalo, aku Mrs. Sandra Ovia, pemberi pinjaman uang pribadi, yang Anda dalam utang? Anda membutuhkan dorongan keuangan? pinjaman untuk mendirikan sebuah bisnis baru, untuk bertemu dengan tagihan Anda, memperluas bisnis Anda di tahun ini dan juga untuk renovasi rumah Anda. Aku memberikan pinjaman untuk lokal, internasional dan juga perusahaan pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%. Anda dapat menghubungi kami melalui Email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Anda dipersilakan untuk perusahaan pinjaman kami dan kami akan memberikan yang terbaik dari layanan kami.
Halo, nama saya SALSABILLA ZULFKAR memangsa hukuman di tangan kreditor palsu. Saya kehilangan sekitar Rp. 30.000.000 karena saya butuh modal besar Rp. 300.000.000, Saya hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi. Perdagangan saya hancur, dan dalam proses itu saya kehilangan anak dan ibu saya. Saya tidak tahan lagi dengan kejadian ini. Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman lama yang mengundang saya ke seorang ibu yang baik, Ms. KARINA ROLAND LOAN COMPANY, yang akhirnya membantu saya mendapatkan pinjaman sebesar Rp.500.000.000,00
BalasHapusIbu yang baik, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menerima ucapan terima kasih saya, dan semoga Tuhan terus memberkati ibu yang baik KARINA ROLAND dan teman saya. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberikan nasihat kepada orang Indonesia lainnya, ada banyak penipu di sana, jadi jika Anda memerlukan pinjaman dan keamanan dan siapa pun yang membutuhkan pinjaman harus cepat, hubungi KARINA ROLAND melalui email karinarolandloancompany@gmail.com
Anda masih dapat menghubungi ibu whatsApp nomor +1 (585) 708- 3478
Anda juga dapat menghubungi saya melalui email: (salsabillazulfikar4@gmail.com). untuk informasi lebih lanjut.