Selasa, 06 Oktober 2015

Analisis Sosiologis



Nama: Indah Nur Hidayati
Kelas : HES B
Nim: 1711143031
Lapisan Masyarakat dan Analisis Sosiologis
A.    Tabel Perbandingan Lapisan Bawah dan Lapisan Atas


Jenis pidana
Nama korban
Jumlah korban
Jumlah kerugian material
Jumlah kerugian immaterial
Perlakuan apparat
Fasilitas yang dierima




Lapisan
Sosial atas



















Lapisan bawah




Mantan ketua KONI  kota yokyakarta dijebloskan ke lapas yokyakarta atas kasus korupsi dana hibah persatuan bola voli seluruh Indonesia (PBVSI)
Wahyono Haryadi
1 orang
Senilai Rp. 537,49 juta
Negara mengalami kerugian atas kasus korupsi hibah (PBVSI)
Tanpa adanya unsur jemput paksa

-
Penyuapan petugas  rutan pondok bambu oleh Artalyta Suryani
Pejabat Rutan
1 orang

-

-

Mendapatkan fasilitas mewah di dalam rutan pondok bamboo
Kepala Balai Karantina Pertanian Banyuwangi Terlibat Penipuan kepada sejumlah pengusaha
Salah satu korban pengusaha penipuan, Ardie
8 orang
Senilai 1 miliar lebih
Sejumlah pengusaha menanggun kerugian yang cukup besar
Diperiksa polisi atas dugaan pidana yang dilakukannya

-
Mencuri tiga buah kakao nenek minah dihukum 1 bulan 15 hari
PTRumpun Sari Antan (RSA)











Seharga Rp. 10.000

-
Divonis 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan

-






Tuduhan pencurian kayu jati Nenek Asyani  milik PT Perhutani Situbondo
PT perhutani Situbondo

-
Dua kayu Jati
Ancaman yang jatuhkan kepada Nenek Asyani dirancang agar membuat
Pelaku pembalak hutan kapok
Diseret ke pengadilan dan ditahan di rumah tahanan di situbondo selama tiga bulan

-

B. Analisis Sosiologis
Dari perbandingan tabel diatas dapat dilihat bahwa penanganan kasus lapisan bawah dengan lapisan atas sangat berbeda, dilihat dari salah satu kasus lapisan sosial atas Mantan ketua KONI kota yokyakarta dijebloskan ke Lapas yokyakarta atas kasus korupsi dana hibah persatuan bola voli seluruh Indonesia (PBVSI) Irianto Cahyo Dumadi terbukti turut serta melakukan tindak pidana korupsi bersama Ketua Harian PBVSI Kota Yogyakarta, Wahyono Haryadi, yang menyimpangkan dana hibah di luar peruntukannya, yaitu untuk membiayai kegiatan klub bola voli Yuso dan klub sepak bola PSIM.  Karena kasus tersebut Negara mengalami kerugian senilai Rp. 537,49 juta. Dan Saat proses eksekusi ke Lapas, irianti cahyo dumadi dijemput tanpa adanya unsur paksaan. Sedangkan dilihat dari kasus lapisan social bawah tentang kasus tuduhan pencurian kayu yang dilakukan oleh Nenek Asyani milik PT Perhutani Situbondo Perempuan renta itu memohon pengampuan seusai menyampaikan pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur. Perempuan renta itu memohon pengampuan seusai menyampaikan pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur.  Namun Nenek Asyani tetap Diseret ke pengadilan dan ditahan di rumah tahanan selama tiga bulan. Dari perbandingan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa dinamika hukum di Indonesia, yang menang adalah yang mempunyai kekuasaan, yang mempunyai uang banyak, dan yang mempunyai kekuatan. Mereka pasti aman dari gangguan hukum walaupun aturan negara dilanggar. Orang biasa seperti Nenek Asyani dan teman-temannya itu, yang hanya melakukan tindakan pencurian kecil langsung ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang negara milyaran rupiah dapat berkeliaran dengan bebasnya. Wajar saja kemudian orang kecil hanya bisa menangis ketika berada dalam persoalan hukum karena mereka hanya bisa menjadi korban ketidakadilan.







Lapisan Masyarakat dan Analisis Sosiologis