Masyarakat
yang tinggal di daerah pedesaan sering kali di sebut juga sebagai masyarakat
paguyuban. Aktifitas gotong royong merupakan salah satu bentuk saling tolong
menolong antar warga desa. Khususnya di desa tritih dan sembon kabupaten
blitar. Gotong royong merupakan kerjasama antar individu maupun antar kelompok
yang membentuk norma saling percaya untuk mengatasi suatu permasalahan yang
menyangkut kepentingan bersama. Bentuk gotong royong ini merupakan salah satu
bentuk solidaritas sosial, guna memelihara nilai-nilai solidaritas sosial.
Maka, perlu ditumbuhkan interaksi sosial secara langsung antara pemimpin dengan
rakyatnya maupun antara sesama warga masyarakatnya. Wujud gotong royong ini
seperti halnya membangun jembatan yang
digunakan sebagai penghubung jalan antar desa, yakni desa tritih dengan desa
sembon. Semangat masyarakat tidak pernah pudar meskipun mayoritas dari masyakat
itu sendiri belum begitu mengenal satu sama lain. Selain wujud dari gotong royong
tersebut, jalinan hubungan baik antar warga desa sangat erat. Hal itu
diwujudkan melalui memberikan sumbangan untuk pembangunan jembatan, juga
mengundang tetangga desa untuk menghadiri acara hajatan, dan melakukan tolong
menolong untuk pekerjaan-pekerjaan di sekitar rumah dan dalam bidang pertanian. Selain itu,
mereka juga melakukan saling tolong menolong takziah ketika mereka mengalami musibah kematian
dan sakit. Pada saat yang lain mereka yang menerima bantuan sumbangan akan
mengembalikan pada mereka yang pernah membantu. Baik itu bantuan berupa
material, uang dan tenaga. Melalui kegiatan tersebut selain beban ekonomi, dapat
diringankan juga mempererat tali persaudaraan dan hubungan sosial di antara
desa. Oleh karna itu, gotong royong selain memiliki nilai sosialis, ekonomis di
dalamnya juga tedapat nilai simbolis sebagai wujud semangat solidaritas
masyarakat pedesaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar